ANJURAN BERPUASA DI BULAN MUHARRAM

525

Penulis : Al-Ustadz Abdul Barr Hafizhahullah

بسم الله و الصلاة والسلا م على رسول الله و على آله وأصحابه و من اتبع هداه، أما بعد:

✅ Alhamdulillah, puja dan syukur kita panjatkan kepada Allah serta sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya dan seluruh pengikutnya.

✅ Segala puji bagi Allah yang dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, memberikan kepada segenap kaum mukminin berbagai jalan menuju keridhoan-Nya.

✅ Diantara bentuk kasih sayang-Nya, Allah menganjurkan kepada kita untuk banyak berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ

🌿 “Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa, tidak ada seorang pun yang akan memasukinya selain mereka.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu’anhu]

➡ Dalam hadits Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu’anhu,

فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، مُرْنِي بِعَمَلٍ آخُذُهُ عَنْكَ يَنْفَعُنِي اللَّهُ بِهِ . قَالَ : عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ ؛ فَإِنَّهُ لاَ مِثْلَ لَهُ . قَالَ : فَكَانَ أَبُو أُمَامَةَ وَامْرَأَتُهُ وَخَادِمُهُ لاَ يُلْفَوْنَ إِلاَّ صِيَامًا ، فَإِذَا رَأَوْا نَارًا أَوْ دُخَانًا بِالنَّهَارِ فِي مَنْزِلِهِمْ عَرَفُوا أَنَّهُمْ اعْتَرَاهُمْ ضَيْفٌ

✅ “Aku berkata: Wahai Rasulullah ajarkan kepadaku sebuah amalan yang dengannya Allah akan memberikan manfaat kepadaku. Beliau pun bersabda, “Hendaklah engkau berpuasa karena tidak ada ibadah yang semisalnya.” Maka setelah itu, tidaklah terlihat Abu Umamah, istrinya dan pembantunya melainkan dalam keadaan berpuasa, lalu apabila orang-orang melihat di rumahnya ada api atau asap mengepul di siang hari maka mereka pun tahu bahwa ada tamu yang berkunjung.” [HR. Ahmad, Shahihul Jaami’: 4044]

➡ Dan termasuk yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah berpuasa di bulan Muharram, beliau bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَان شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

🌿 “Puasa yang paling afdhol setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

📙Kemudian yang menjadi permasalahan adalah, apakah dianjurkan berpuasa sebulan penuh atau kebanyakannya di bulan Muharram selain tanggal 9 dan 10?

✅ Jawabannya adalah, dianjurkan berpuasa sebulan penuh atau kebanyakannya, sebagaimana yang bisa langsung dipahami dari zhahir lafal hadits tersebut. Demikianlah yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Muflih rahimahullah,

أفضل شهر تطوع به كاملا بعد رمضان شهر الله المحرم؛ لأن بعض التطوع قد يكون أفضل من أيامه كعرفة، وعشر ذي الحجة

🌿 “Maksud dari haditsnya adalah puasa sebulan penuh setelah Ramadhan yang paling afdhol adalah bulan Allah, yaitu Muharram, karena sebagian puasa sunnah bisa jadi ada yang lebih afdhol hari-harinya seperti puasa hari Arofah, dan puasa sepuluh hari di awal Dzulhijjah.” [Mubdi’ Syarah Muqni’, 3/51]

✅ Demikian juga yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Rajab rahimahullah dalam Lathoiful Ma’arif pada hal. 55 tatkala beliau menjelaskan tentang hadits tersebut, hampir semakna dengan penjelasan Ibnu Muflih.

✅ Demikian juga yang dipahami oleh Mulla Ali Al-Qori rahimahullah dalam Mirqotul Mafatih (4/1411) nomor hadits 2039, tatkala menjelaskan makna hadits tentang keutamaan puasa di bulan Muharram, beliau berkata, “Berkata At-Thiibi: Maksudnya puasa bulan Muharram adalah puasa asyura”. Akan tetapi disanggah oleh beliau dengan perkataanya,

فيكون من باب ذكر الكل وإرادة البعض، ويمكن أن يقال أفضليته لما فيه من يوم عاشوراء لكن الظاهر أن المراد جميع شهر المحرم

🌿 “(Kalau demikian yang dikehendaki Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) berarti hal itu termasuk bab “Penyebutan Keseluruhan Sedangkan yang Diinginkan adalah Sebagian”, dan mungkin dikatakan bahwa keutamaannya karena di situ ada hari Asyura, akan tetapi zhohir hadits justru yang diinginkan adalah (berpuasa) sebulan penuh (semua hari) di bulan Muharram.”

✅ Dijelaskan juga oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Aalus Syaikh rahimahullah dalam Syarah Adab Al-Masy ilaas Sholah, beliau berkata,

وصوم المحرم يندب صيام المحرم كله (وأفضله التاسع والعاشر) أفضله وآكده

🌿 “Disunnahkan puasa bulan muharram semuanya (sebulan penuh) dan yang paling afdhol dan yang paling ditekankan harinya adalah yang ke 9 dan 10.”

✅ Demikian juga fatwa Syaikh Bin Baz rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa beliau jilid 15 hal 415 soal no. 168, beliau membawakan hadits tersebut kemudian beliau berkata,

🌿 “Apabila berpuasa semuanya (sebulan penuh) maka itu bagus atau berpuasa 9, 10, 11 itu sunnah.”

✅ Sebagaimana fatwa beliau di Nur ‘ala Darb (bisa dilihat di situs resmi beliau) ketika ditanya tentang puasa Muharram, beliau berdalil dengan hadits di atas seraya menegaskan,

🌿 “Makna hadits adalah berpuasa (Muharram) dari awal sampai akhir.”

✅ Di akhir fatwa beliau berkata,

🌿 “Kalau berpuasa sebulan penuh maka itu lebih afdhol baginya.”

✅ Demikian juga fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam Nurun ‘ala Darb jilid 11 hal. 2, tatkala beliau ditanya tentang hukum puasa Muharam sebulan penuh dari tanggal 1 sampai 30 maka beliau menjawab,

🌿 “(Hukumnya) sunnah karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, puasa yang paling afdhol setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”

✅ Demikian juga fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah (sebagaimana di situs resmi beliau dan di situs alathaariy), tatkala beliau ditanya tentang berpuasa Muharram sebulan penuh, beliau menjawab,

🌿 “Tidak apa-apa berpuasa sebulan penuh atau kebanyakan harinya (puasa sebanyak mungkin di bulan Muharram) dan yang paling afdhol harinya yang ke 9 dan 10.”

🌿 Beliau juga berdalil tentang keutamaan puasa sebulan penuh di bulan Muharram dengan hadits tersebut.

📙Dan barangkali yang akan menjadi pertanyaan adalah, bukankah ada hadits yang shahih dari Aisyah radhiyallahu’anha bahwa beliau berkata,

وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

🌿 “Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak daripada di bulan Sya’ban.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here