Berkurban di Tempat Lain

712

BERKURBAN DI TEMPAT LAIN

Pertanyaan ?

Assalamualaikum Ustad…

Mohon masukannya, bagaimana hukumnya kita berqurban dengan mentransfer sejumlah dana ke penyelenggara (misal PKPU) dan memilih daerah penerima diluarkota yg jauh dari tempat kita, dengan alasan daerah tersebut lebih membutuhkan, apakah cara ini diperbolehkan atau sah?

Terimakasih atas ilmunya

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Yang utama adalah anda menyembelih dengan tangan anda sendiri atau mewakilkan kepada orang dekat supaya bisa diawasi, kalau anda kesulitan untuk melakukan itu, misalnya anda tidak bisa menyembelih sendiri hewan qurban sesuai sunnah dan orang disekitar anda masih diragukan kemampuannya maka anda boleh menyerahkannya kepada lembaga terpercaya supaya penyembelihan dan pendistribusian diurus, dengan catatan orang yang berkurban tidak memotong rambut atau kuku sampai hewannya disembelih, kalau tidak tahu kapan hewannya disembelih maka dia sebaiknya tidak melakukan pemotongan rambut dan kuku sampai selesai hari Tasyriq.

Berikut ini kami terjemahkan fatwa syaikh Al-Utsaimin:

Yang utama adalah seseorang menyembelih hewan qurban dengan tangannya sendiri atau mewakilkan ke seseorang yang berada dekat dengannya (supaya dia bisa mengawasi secara langsung.pent) karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang langsung menyembelih dengan tangannya, beliau berqurban 100 ekor unta, beliau menyembelih 63 ekor (dengan cara menusuk.pent) dan menyerahkan penyembelihan sisanya kepada Ali bin Abi Thalib….
jika anda merasa kesulitan (seperti hewan qurban anda banyak dan anda tidak ada yang membantu) maka tidak apa anda menyerahkannya kepada perusahaan ini supaya disembelih. Majmu’ Fatawa wa Rasail Al-Utsaimin 25/49

Apabila orang-orang di daerah Anda dalam keadaan kekurangan dan membutuhkan uluran tangan maka seharusnya Anda melaksanakan ibadah qurban di daerah Anda, namun bila orang-orang di daerah Anda adalah orang yang berkecukupan maka silahkan berqurban di daerah lain yang memang membutuhkan, baik itu melalui perorangan atau lembaga yang memang terpercaya dan berizin untuk itu.

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin pernah ditanya:

Sebagaimana Anda ketahui -Semoga Allah menjaga Anda-bahwasanya yayasan sosial Makkah al-Mukarramah bergerak di bidang pengurusan anak yatim, apakah boleh bagi kami di yayasan tersebut menerima pewakilan dari saudara-saudara kami para muhsinin (penyumbang) dalam hal penyembelihan atas nama mereka di negeri-negeri Islam yang faqir. Untuk selanjutnya membagikan dagingnya kepada anak yatim dan orang miskin yang membutuhkan dari kalangan saudara-saudara kita kaum muslimin yang kadang salah seorang dari mereka tidak mengkonsumsi daging dalam satu tahun kecuali hanya di hari-hari idul adha al-Mubarak?

Beliau menjawab:

Telah sampai kepada kami surat kalian, di dalamnya ada permintaan keterangan terkait pengiriman uang pembayaran hewan qurban dengan tujuan penyembelihan di luar negeri dan pembagiannya untuk kaum muslimin yang faqir.

Sebagaimana Anda sekalian telah mengetahui fatwa kami tentang bolehnya sebuah yayasan menerima uang pembayaran hewan kurban dari pemiliknya dan pembelian hewan qurban dengan uang pembayaran tersebut supaya bisa disembelih di masa penyembelihan untuk kemudian dibagikan kepada orang miskin dari kalangan kaum muslimin di negeri yang lebih miskin dan lebih membutuhkan.

Kami berpendapat demikian karena melihat bahwasanya hikmah dalam penyembelihan hewan kurban adalah menghidupkan sunnah dan memberikan kecukupan pada masyarakat muslim di hari-hari Ied yang merupakan hari bergembira dan bersenang hati.

Di Kerajaan Arab Saudi ini terdapat orang-orang kaya dan terdapat di dalamnya banyak kebaikan . Mereka telah banyak berwasiat dalam penyembelihan hewan kurban, di mana dalam satu rumah hewan yang diwasiatkan untuk disembelih dan hewan qurban (bukan wasiat.pent) jumlahnya banyak, sedangkan orang-orang faqir yang perlu mengkonsumsinya jumlahnya sedikit pada hari-hari ied.

Kami berpendapat, yang tepat adalah mengirimkan uang pembayaran ke negara-negara miskin untuk dibelikan hewan qurban dan disembelih pada hari-hari Iedul Adha dengan diatas namakan pemilik uang tersebut, selanjutnya dagingnya dibagikan kepada kaum muslimin yang miskin dari kalangan ahlussunnah waljama’ah.

Ini lebih baik dibanding tetap diawetkan dan dimakan keluarganya sendiri selama beberapa bulan. Meski demikian bila ada orang miskin di dalam negeri maka itu lebih diutamakan untuk menerima penyaluran daging qurban demi menutupi kebutuhan mereka dan untuk menekankan kelayakan mereka (sebagai penerima). – http://ibn-jebreen.com/fatwavmasal-3893-1262.html

Artikel : www.salamdakwah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here