KUMPULAN TANYA JAWAB GRUP MULIA DENGAN SUNNAH (Edisi 4~6)

989

KUMPULAN TANYA JAWAB GRUP  MULIA DENGAN SUNNAH
(Edisi 4~6)

Pertanyaan ❓

Assalamu’alaikum… Ustsad sy ingin bertanya apakah bnr dlm islam perbedaan itu adalah suatu rahmat dan apa hukumny bacaan ba’dal dalam sholat tarawih?? Wassalam

Jawaban ✅

Benarkah Perbedaan adalah rahmat ”
???

Biasanya kata-kata di atas dilontarkan oleh mereka yang tidak mau menerima nasihat.Biasanya dijadikan sebagai senjata untuk menjustifikasi kesalahan (bahkan kesalahan yang sangat fatal sekalipun)

 Ungkapan ini tidak benar bahkan menyelisihi pokok-pokok akidah islam. ikhtilaf (perpecahan) umat bukan rahmat, justru sebaliknya ikhtilaf yang terjadi di tengah ummat adalah adzab.

Lalu bagaimana jika ada yang berdalil dengan haditsyang dinisbatkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam:

اختلاف أمتي رحمة

“Ikhtilaf ummatku adalah rahmat.”

Semakna dengan hadits ini, apa yang diriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam:

اختلاف أصحابي لكم رحمة

“ikhtilaf shahabat-shahabatku adalah rahmat bagi kalian.”

Jika ada yang berdalil dengan hadits-hadits di atas untuk membangun keyakinan bahwa khilaf umat adalah rahmat, ketahuilah bahwasannya hadits ini bathil, tidak ada asalnya.

Pertanyaan ❓

Adakah bacaan setiap selesai dari 2 atau 4 rakaat tarawih ?

Jawaban ✅

Doa Antara dan Setelah Shalat Tarawih

Adakah dzikir, doa, atau bacaan tertentu di antara shalat tarawih? Ada sebagian jama’ah yang mengamalkan bacaan antara duduk istirahat pada shalat tarawih selesai dua atau empat raka’at, “Asyhadu alla ilaha illallah, astaghfirullah, as-alukal jannah wa a’udzu bika minan naar.”

Perlu dipahami bahwa dzikir adalah bagian dari ibadah. Hukum asal ibadah adalah haram hingga datangnya dalil. Ada kaedah fikih yang cukup ma’ruf di kalangan para ulama,

الأَصْلُ فِي العِبَادَاتِ التَّحْرِيْمُ

“Hukum asal ibadah adalah haram (sampai adanya dalil).”

Diterangkan oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid rahimahullah bahwa tidak boleh seseorang membuat dzikir-dzikir baru yang tidak dituntunkan yang dilakukan bersama ibadah baik dilakukan sebelum atau sesudahnya. Kita tahu bersama bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan shalat malam bersama para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Lalu sahabat melakukan shalat malam tersebut sendiri-sendiri, ada pula yang berjama’ah, baik di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup atau telah meninggal dunia. Tidak diketahui kalau mereka ketika itu membaca dzikir-dzikir tertentu setiap salam dari shalat malam tersebut.

Tidak adanya nukilan dari para ulama di kalangan sahabat begitu pula ulama setelahnya untuk dzikir berjama’ah di antara raka’at-raka’at shalat tarawih menunjukkan bahwa dzikir seperti itu tidak ada. Karena dzikir seperti itu jika ada, akan diketahui terang-terangan oleh mereka. Kalau ada tuntunan, tentu akan sampai pada kita. Sebaik-baik cara beragama adalah mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan petunjuk para sahabat. Ibadah yang mereka lakukan, kita lakukan. Yang mereka tinggalkan, kita pun meninggalkannya. (Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab 50718)

Baca selengkapnya: http://rumaysho.com/shalat/doa-antara-dan-setelah-shalat-tarawih-11319.html

 Pertanyaan ❓

Mau bertanya lg ustad apakah hukumny sholat tarawih???

Jawaban ✅

Para ulama sepakat bahwa shalat tarawih hukumnya adalah sunah (dianjurkan), dan tidak wajib.

Diantara dalil yang menunjukkan sunnahnya shalat tarawih , bahwa di zaman Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, shalat tarawih berjamaah pernah dikerjakan selama 3 malam

 Sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu menceritakan

Kami berpuasa bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan ramadhan. Beliau tidak pernah mengimami shalat malam sama sekali, hingga ramadhan tinggal 7 hari. Pada H-7 beliau mengimami kami shalat malam, hingga berlalu sepertiga malam. Kemudian pada H-6, beliau tidak mengimami kami. Hingga pada malam H-5, beliau mengimami kami shalat malam hingga berlalu setengah malam. Kamipun meminta beliau, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana jika kita tambah shalat tarawih hingga akhir malam?’ Kemudian beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang shalat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka dia mendapat pahala shalat tahajud semalam suntuk.’ Kemudian H-4, beliau tidak mengimami jamaah tarawih, hingga H-3, beliau kumpulkan semua istrinya dan para sahabat. Kemudian beliau mengimami kami hingga akhir malam, sampai kami khawatir tidak mendapatkan sahur. Selanjutnya, beliau tidak lagi mengimami kami hingga ramadhan berakhir. (HR. Nasai 1605, Ibn Majah 1327 dan dishahihkan Al-Albani).

والله تعالى أعلم

Pertanyaan ❓

Assalamu’alaikum.. Ikhwan. Ana mau tanya tentang wanita ikut bicara ddalam berjamaah d masjid. Bagaimana hukumnya.

Jawaban ✅

Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam– pernah bersabda dalam melarang para wanita memakai parfum saat keluar rumah,

أَيَّتُكُنَّ خَرَجَتْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلَا تَقْرَبَنَّ طِيبًا

“Siapa saja diantara kalian (yakni, wanita) yang hendak keluar menuju masjid, maka janganlah ia mendekati (memakai) parfum”. [HR. An-Nasa’iy. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (2693)]

Sebagian ulama menjelaskan hikmah larangan ini bagi wanita, sebab jika wanita keluar ke masjid dengan memakai wewangian, maka wewangiannya akan mengganggu konsentrasi orang-orang yang sholat. Sebab wewangian wanita lebih kuat dalam membangkitkan syahwat kaum lelaki. Jika ia memakainya ke masjid, maka otomatis ia akan mengganggu pikiran orang-orang yang sholat. Pikirannya akan tertuju kepada sesuatu yang menghilangkan khusyu’-nya.

Jika wanita saja dilarang memakai parfum ke masjid karena dikhawatirkan baunya mengganggu jama’ah, maka tentunya suara ribut wanita lebih layak dihilangkan.

والله تعالى أعلم

Pertanyaan ❓

ustadz. mau tanya. subhaanal malikil qudus setelah shalat tarawih ada tuntunannya tidak?

Jawaban ✅

Do’a tersebut adalah do’a yang dibaca setelah shalat witir baik witir diakhir tarawih atau shalat malam.

Do’anya sebagai berikut :

~ Pertama :

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan, Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan, Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan.” (HR. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Shahih)

Nabi mengangkat suara dan memanjangkannya pada ucapan yang ketiga.

~ Kedua :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri]. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, Shahih)

Pertanyaan ❓

Ustadz, mau tanya
Saat jamaah:
1. Shaf diluruskan menurut ujung jari kaki / tumit ? Karena ukuran kaki tiap orang berbeda, atau bagaimana dasar shaf dianggap lurus itu.
2. Jika orang didepan kita batal dan keluar shaf, apakah kita wajib maju, atau dianjurkan maju, atau bagaimana?
3. Kalo imam batal pas baca surat alfatihah/pendek, imam minggir dan digantikan belakangnya, si pengganti melanjutkan bacaan/mengulang dr surat alfatihah/pendek ?
Sukron 😅

Jawaban ✅

1. Hendaknya meluruskan dan merapatkan masing-masing tumit.Wajib meluruskan dan merapatkan bahu. Kesalahan sebagian orang hanya merapatkan tumit sementara bahu dg bahu masih renggang.

2. Wajib menutup celah yaitu yang disamping bergeser merapat atau yang di belakang maju. Gerakan seperti itu dibolehkan karena untuk kesempurnaan shalat.

3.Jika imam batal sementara bacaan al fatihahnya belum selesai, maka badalnya maju menggantikan posisi imam dan mengulang bacaan Al fatihahnya.

Wallahu a’lam

Pertanyaan ❓

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Dalam sholat berjamaah, jika bacaan imam lebih cepat daripada makmum maka makmum wajib (tolong dikoreksi) tetap mengikuti kecepatan imam.
Bagaimana jika pada duduk takhiyat akhir.
Imam lebih cepat dari makmum padahal makmum berniat utk membaca doa sebelum salam (allohumma inno a’uduzbika min ‘adza bi jahannam ……. dst
Apakah makmum wajib ikut salam bersama imam atau makmum diperbolehkan meneruskan baca doa sebelum salam ini hingga selesai walaupun imam dan jamaah lain telah salam terlebih dahulu.
Mohon nasihatnya…. terima kasih

Jawaban ✅

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Dalam kondisi seperti itu , hendaknya tetap berusaha untuk thuma’ninah dalam gerakan maupun bacaan, tidak boleh tergesa2 , misalnya dalam ruku dan sujud…minimal mengulang dzikir 3x pada saat ruku atau sujud maka pilihlah lafadz yang paling pendek supaya tetap bisa mengikuti imam , contoh :

Bacaan Ruku :
((سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ)) 3×.
Bacaan Sujud :
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى. (3×)

Itu contoh bacaan yang paling ringan dan pendek.

Kemudian pada saat tasyahud jika imam telah bersalam sementara kita sebagai makmum belum membaca do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.

Maka tetaplah membacanya meskipun imam dan jama’ah lain telah salam, karena sebagaian ulama menilai wajib membaca do’a tsb.

Syaikh al-Albani membuat judul di dalam kitabnya Shifat Sholat an-Nabi, hlm. 182, Wujub al-Isti’adzah min Arba’ qobla ad-Du’a (Wajibnya Memohon Perlindungan dari Empat Perkara Sebelum Berdoa).

Maka hendaklah kita merutinkan bacaan doa tersebut pada sholat kita. SemogaAllah ta’ala memu
dahkan kita untuk selalu mengingatnya.

Wallahu a’lam.

Pertanyaan ❓

Assalamu’alaikum….ustad saya ingin bertanya :lebih baik mana baca quran ditempat umum, dalam hati atau di syir kan ?..kalau dalam hati pikiran suka berubah ke mana – mana ……syukron

Jawaban ✅

عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Membaca Al Qur-an dalam kondisi demikian boleh dengan jahr atau dengan sirr (lirih), jika dengan jahr (dikeraskan) dapat mengganggu orang disampingnya maka pada saat itu denga sirr lebih utama.

Adapun membacanya dalam hati tidak masuk dalam makna Qiro’atul Qur-an. Yang dimaksud dengan qiro’ah (membaca) adalah dengan menggerakkan lisan. Tidak cukup membaca dalam hati.

Al-Kasani dalam Badai’ Ash-Shanai’(4:118) berkata, “Membaca hendaklah dengan menggerakkan lisan (bibir) kala mengucapkan huruf.

syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah berkata,

لا بد من تحريك اللسان، ولا بد من صوت، وإلا ما يسمى قارئ، من قرأ في قلبه فقط ما يسمى قارئ، لا بد من شيء عند القراءة والذكر حتى يسمى ذاكراً، ويسمى قارئاً، ولا يكون ذلك إلا باللسان، لا بد من كونه يسمع نفسه، إلا إذا كان به صمم، فهو معذور،

“Berdzikir itu harus menggerakan lisan dan harus bersuara, minimal didengar oleh diri sendiri. Orang yang membaca di dalam hati (dalam bahasa arab) tidak dikatakan Qaari. Orang yang membaca tidak dapat dikatakan sedang berdzikir atau sedang membaca Al Quran kecuali dengan lisan. Minimal didengar dirinya sendiri. Kecuali jika ia bisu, maka ini ditoleransi” Sumber:http://www.ibnbaz.org.sa/mat/104

Maka tidak cukup mulut mingkem (diam) saat membaca Al Qur-an yang tepat lidah atau bibir (lisan) digerakkan. Itulah baru disebut membaca.

Wallahu waliyyut taufiq.

Pertanyaan ❓

Assalamu’alaikum….ustad saya ingin bertanya tentang asal usul qunut witir dan apa hukum membacanya sunah/wajib

Apakah tidak sah sholatnya klu tidak pakai qunut??

Jawaban ✅

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Qunut witir hukumya sunnah di sepanjang tahun. Inilah pendapat Mazhab Hambali dan pendapat Ibnu Mas’ud, Ibrahim, Ishaq, dan ashhabur ra’yi. Hal ini berdasarkan amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana dalam riwayat Ubai bin Ka’abradhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُوْتِرُ فَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوْعِ

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwitir lalu melakukan qunut sebelum rukuk.” (HR. Ibnu Majah; dinilai shahih oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil, 2/167, hadits no. 426).

Secara umum, para ulama memandang bahwa qunut dalamwitir disyariatkan, namun mereka berselisih pendapat tentang hukumnya, apakah wajib atau sunnah. Apakah disunnahkan sepanjang
tahun setiap malam ataukah hanya pada bulan Ramadhan saja atau di akhir Ramadhan.

Qunut witir disyari’atkan dilakukan sepanjang tahun, dan lebih utama lagi dengan tidak terus-menerus, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berkata Syeikh ‘Utsaimin -rahimahullah-;

القنوت في الوتر سنة، لكن الاستمرار عليه دائمًا ليس من السنة

“Qunut dalam shalat witir adalah sunnah, namun terus menerus melakukannya bukanlah bagian dari sunnah”.

📒Al Fatawa (14/175)

Dengan demikian karena Qunut witir hukumnya sunnah maka sholatnya tetap sah jika tidak melakukan Qunut tsb.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

Pertanyaan ❓

Assalamualaikum..
Mau nanya tadz..
1.Kenapa kita mesti mencium hajar aswad?
2. Dan ada yg berdoa ketika menciumnya?
3. Kenapa Rasul melakukannya?
Syukron ustad..wassalam

Jawaban ✅

عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Mengapa seorang muslim disunnahkan mencium hajar Aswad ?

Jawabannya sebenarnya begitu simpel yaitu ingin mengikuti tuntunan Nabi. Karena Nabi menciumnya maka kita menciumnya. Itu saja alasan sederhananya.

Perhatikan hadits berikut,

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Kenapa Rasulullah mencium Hajar Aswad ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencium hajar aswad karena batu itu mulia dan berasal dari surga.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah  bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. (Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877), derajat hadis Hasan Shahih).

Wallahu a’lam bishshawab

Pertanyaan ❓

Assalamu’alaikum ustadz mau tanya? Ketika doa qunut witir apakah teks doanya harus diubah, misalnya: allahummahdi fiman hadait diubah allahummahdina fiman hadait, dst….? Jazakallah khairan

Jawaban ✅

ﻭَﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪ ِﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ

Jika menjadi imam di rubah menjadi bentuk do’a jamak :

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِل مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.

Wallahu a’lam

Pertanyaan ❓

Ustadz saya bertanya : setiap saya bayar zakat selalu dibacakan akad dan doa nya , apakah ada tuntunan dari rosul yaa ustadz ? Jazakalloh…

Jawaban ✅

Tidak ada doa khusus ketika membayar zakat fitri (zakat fitrah).

Lajnah Daimah (Komite Tetap untuk Fatwa dan Penelitian Islam) ditanya, “Apakah ada bacaan khusus ketika membayar zakat fitri? (doa zakat fitrah)”

Mereka menjawab, “Alhamdulillah, kami tidak mengetahui adanya doa tertentu (doa zakat fitrah) yang diucapkan ketika membayar zakat fitri. Wa billahit taufiq.”

Fatwa Lajnah yang tercantum dihttp://www.islamqa.com/ar/ref/27015

Catatan ✒

Bagi yang ingin berdoa (doa zakat fitrah), memohon kepada Allah agar Dia mengabulkan amalnya. Misalnya, bisa dengan membaca doa,

اللّهُمَّ تَقَبَّل مِنِّي إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

“Ya Allah, terimalah amal dariku. Sesungguhnya, Engkau Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”

Hanya saja, doa ini berlaku untuk semua bentuk ibadah, tidak hanya pada zakat (doa zakat fitrah)

Allahu a’lam.

Sumber :
www.KonsultasiSyariah.com

Pertanyaan ❓

Nanya ustad :

Zakat 2.5% dr gaji setiap bulan, apa hukumnya?

Jawaban ✅

selama 14 abad lamanya tidak pernah ada satupun ulama’ yang memfatwakan adanya zakat profesi atau gaji setiap bulan. Ini membuktikan bahwa zakat profesi tidak ada, yang ada hanyalah zakat mal, yang harus memenuhi dua syarat, yaitu hartanya mencapai nishab dan telah berlalu satu haul (tahun).

Wallahu a’lam

Catatan ✏

1 Nishab adalah kadar/nilai tertentu yang ditetapkan dalam syariat apabila harta yang dimiliki oleh seseorang mencapai nilai tersebut maka harta itu terkena kewajiban zakat.

2.  Haul adalah masa satu tahun yang harus dilewati oleh nishab harta tertentu tanpa berkurang sedikitpun dari nishab sampai akhir tahun.

3.  Nishabnya adalah uang yang jumlahnya senilai dengan 85 (delapan puluh lima) gram emas murni atau 595 (lima ratus sembilan puluh lima) gram perak murni.

Pertanyaan ❓

1. Siapakah yang di sebut amil? Apakah semua yang mengurusin zakat disebut amil. Karena menjelang idul fitri hampir semua masjid atau mushola membentuk panitia zakat bahkan di tingkat pemerintahan seperti kelurahan juga ada?

2. Bagaimana jika kita sudah menyetorkan zakat fitrah ttp dari panitia diberikannya setelah selesai sholat id.

Jawaban ✅

1⃣ Syarat agar bisa disebut sebagai amil zakat adalah diangkat dan diberi otoritas oleh penguasa muslim (pemerintah) untuk mengambil zakat dan mendistribusikannya sehingga panitia-panitia zakat yang ada di berbagai masjid serta orang-orang yang mengangkat dirinya sebagai amil bukanlah amil secara syar’i. Hal ini sesuai dengan istilah amil karena yang disebut amil adalah pekerja yang dipekerjakan oleh pihak tertentu.

2⃣ Apabila badan pengurus
(Panitia) zakat tersebut mewakili zakat dan penerima zakat, seperti badan-badan resemi yang ditunjuk atau diizinkan oleh pemerintah, maka boleh memberikan zakat kepada mereka meskipun mereka akan memberikannya kepada fakir miksin setelah hari raya.

Apabila badan pengurus
(Panitia Zakat) hanya mewakili pemberi zakat saja, bukan mewakili penerima zakat, seperti badan-badan yang tidak resmi dari pemerintah atau tidak mendapatkan izin pemerintah, maka mereka harus memberikan zakat fithri kepada fakir miskin sebelum sholat ‘Id dan tidak boleh mewakilkan kepada badan-badan tersebut jika diketahui bahwa mereka memberikannya kepada fakir setelah sholat ‘Id.

(Lihat Nawazil Zakat, karya Dr. Abdullah bin Manshur al-Ghufaili hlm. 512-513)

Wallahu a’lam

Sumber: Majalah Al-Furqon edisi khusus tahun kedelapan Ramadhan-Syawal 1429 H (September 2008)

Pertanyaan ❓

Afwan Ukuran faqir dan miskin yang dijelaskan oleh para ulama itu sperti apa? Tlng pnjelasannya.

Jawaban ✅

Sebagian ulama ada yang beranggapan bahwa fakir dan miskin adalah sama padahal keduanya berbeda. Namun, ada perbedaan pendapat di antara ulama dalam membedakan keduanya. Ada yang berpendapat bahwa orang fakir lebih kesusahan daripada orang miskin, ada pula yang berpendapat sebaliknya. Yang rajih, orang fakir lebih kesusahan daripada orang miskin.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Orang fakir lebih kesusahan daripada orang miskin. Orang miskin adalah orang yang punya harta/penghasilan, namun tidak mencukupinya, sedangkan orang fakir tidak punya harta/penghasilan sama sekali. Ini adalah pendapat asy-Syafi’i serta jumhur ahli hadits dan ahli fiqih.” Ini pula pendapat Ibnu Hazm azh-Zhahiri.

Ada juga yang berpendapat:

➡Fakir, yaitu mereka yang tidak mempunyai harta dan pekerjaan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

➡Miskin, yaitu mereka yang mempunyai harta dan pekerjaan, namun tidak mencukupi kebutuhan pokok mereka.

Wallahu Ta’ala a’lam

•═════ஜ✽✿۩❁۩✿✽ஜ═════•
📮Join Channel @MuliaDenganSunnah
di Telegram : https://goo.gl/X2h0P7
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah_1 di Telegram : https://goo.gl/q61NKi
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah diTelegram : http://goo.gl/I4oFGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here