Kumpulan Tanya Jawab Ramadhan Edisi – 1 & 2

499

📚   KUMPULAN TANYA JAWAB RAMADHAN  ◎❅{  EDISI – 1 }❅◎

📜 Benarkah Pahala Amalan Wajib di Bukan Ramadhan 70 Kali Lipat ?

Pertanyaan❓

Assalamu’alaikum, ustadz bagaimana kedudukan hadist yang menyatakan bahwa jika kita melakukan amalan wajib di bulan Ramadhan, maka akan dilipat gandakan menjadi 70X lipat, sedangkan amalan sunat, seperti mengerjakan yang wajib. Mohon penjelasannya, syukron.

Jawaban ✅

وعليكم السلام ورحمة الله و بركا ته

Hadits yang ditanyakan redaksinya sebagai berikut :

يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة ، و قيام ليله تطوعا ، و من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ، و من أدى فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ، و هو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة ، و شهر المواساة ، و شهر يزاد فيه رزق المؤمن ، و من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه ، و عتق رقبته من النار ، و كان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء قالوا : يا رسول الله ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم ، قال : يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن ، أو تمرة ، أو شربة من ماء ، و من أشبع صائما سقاه الله من الحوض شربة لايظمأ حتى يدخل الجنة ، و هو شهر أوله رحمة و وسطه مغفرة و آخره عتق من النار ،

“Wahai manusia, bulan yang agung telah mendatangi kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari 1. 000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai ibadah tathawwu’ (sunnah). Barangsiapa pada bulan itu mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan,  ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, sedangkan kesabaran itu balasannya adalah surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong. Di dalamnya rezki seorang mukmin ditambah. Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberikan hidangan berbuka kepada seorang yang berpuasa, dosa-dosanya akan diampuni, diselamatkan dari api neraka dan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tadi sedikitpun” Kemudian para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan hidangan berbuka berupa sebutir kurma, atau satu teguk air atau sedikit susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887), oleh Al Mahamili dalam Amaliyyah (293), Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhu’afa (6/512), Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib (2/115)

✏ Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits seperti Al Mundziri dalam At Targhib Wat Tarhib (2/115), juga didhaifkan oleh Syaikh Ali Hasan Al Halabi di Sifatu Shaumin Nabiy (110), bahkan dikatakan oleh Abu Hatim Ar Razi dalam Al ‘Ilal (2/50) juga Al Albani dalam Silsilah Adh Dhaifah (871) bahwa hadits ini Munkar.

✏ Adapun Ramadhan di bagi 3  yaitu permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka adalah tidak benar ,Yang benar, di seluruh waktu di bulan Ramadhan terdapat rahmah, seluruhnya terdapat ampunan Allah dan seluruhnya terdapat kesempatan bagi seorang mukmin untuk terbebas dari api neraka, tidak hanya sepertiganya.

Wallahu a’lam.

📜 Seputar Fidyah

Pertanyaan ❓

Assalamu’alaikum………ustadz …yg ana fahami bahwa ukuran membayar fidyah satu orang miskin adalah “sekali makan utk satu orang”…berarti klo 30 orang miskin = 30× makan ….mohon koreksinya…..?

Jawaban ✅

Allah ta’ala berfirman,

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) untuk membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” [Al-Baqoroh: 184]

➡ Cara Membayar Fidyah:

📌Pertama: Membagi bahan makanan mentah kepada orang-orang miskin, untuk setiap satu hari puasa yang ditinggalkan memberi makan satu orang miskin, sebanyak 1/2 sho’ (senilai kurang lebih 1,5 kg) bahan makanan pokok di negerinya. Nilai ½ sho’, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

لِكُلِّ مِسْكِينٍ نِصْفَ صَاعٍ

“Setiap satu orang miskin setengah sho’.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ka’ab bin ‘Ujroh radhiyallahu’anhu]

📌Kedua: Menyiapkan makanan jadi dan memberikannya kepada orang-orang miskin, setiap satu porsi untuk satu hari puasa, sebagaimana yang dilakukan Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu,

فَقَدْ أَطْعَمَ أَنَسٌ بَعْدَ مَا كَبِرَ عَامًا أَوْ عَامَيْنِ، كُلَّ يَوْمٍ مِسْكِينًا، خُبْزًا وَلَحْمًا

“Anas bin Malik ketika telah tua, beliau memberi makan selama satu atau dua tahun, setiap satu hari puasa satu orang miskin, roti dan daging.” [Riwayat Al-Bukhari]

✅ Fidyah boleh dibayarkan kepada satu orang miskin karena dalil tidak menentukan berapa orang miskin, berbeda dengan kaffaroh jima’, wajib dibagi kepada 60 orang miskin.

Wallahu a’lam.

📜 Penentuan Awal Ramadhan dan Niat Puasa

Pertanyaan❓

Boleh bertanya :

1. Bagaimana sikap kita apabila ada perbedaan misal penentuan puasa atau ied .. sepenhertian saya apabila ada perbedaan kita mengikuti ulil amri
2. Utk niat yg tidak dilafazhkan.. bgm kalau kita sedang mendidik anak.. jazaakillah khoyr

Jawaban

➡1. Yang terbaik bagi seorang muslim dalam perkara yang menyangkut urusan orang banyak dan demi maslahat persatuan adalah menyerahkan urusan tersebut pada pemerintah kaum muslimin. Jika seandainya suara kaum muslimin itu satu dalam berhari raya dan memulai puasa, itu lebih baik. Namun demikianlah sebagian ormas dan golongan tertentu mementingkan egonya masing-masing. “Pokoknya besok kami puasa“, ujar mereka. Padahal yang sesuai sunnah Rasul, hari raya dan puasa diumumkan oleh penguasa, bukan individu atau ormas. Kita pun diperintahkan berpuasa dan berhari raya dengan pemerintah kita. Jadi tunggu saja hasil sidang itsbat dari pemerintah RI.

🏢Pemerintah yang Berhak Putuskan 1 Ramadhan dan 1 Syawal

👉Inilah ajaran Rasul yang sebagian ormas tidak lagi peduli. Sebagian mereka tidak sabar dengan segera memutuskan kapan 1 Ramadhan dan kapan 1 Syawal melangkahi pemerintah mereka. Kami katakan, ini menyelisihi sunnah Rasul berdasarkan hadits-hadits berikut ini.

وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: تَرَاءَى اَلنَّاسُ اَلْهِلَالَ, فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَنِّي رَأَيْتُهُ, فَصَامَ, وَأَمَرَ اَلنَّاسَ بِصِيَامِهِ

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Manusia sedang memperhatikan hilal. Lalu aku mengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihat hilal. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.”

[HR. Abu Daud no. 2342. Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom berkata bahwa hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim]

وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ أَعْرَابِيًّا جَاءَ إِلَى اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: – إِنِّي رَأَيْتُ اَلْهِلَالَ, فَقَالَ: ” أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ? ” قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: ” أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اَللَّهِ? ” قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: ” فَأَذِّنْ فِي اَلنَّاسِ يَا بِلَالُ أَنْ يَصُومُوا غَدًا”

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa seorang Arab Badui ada pernah datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia pun berkata, “Aku telah melihat hilal.” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bertanya, “Apakah engkau bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah?” Ia menjawab, “Iya.” “Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah?“, Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- kembali bertanya. Ia pun menjawab, “Iya.” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memerintah, “Suruhlah manusia wahai Bilal agar mereka besok berpuasa.”

[HR. Tirmidzi no. 691 dan Ibnu Majah no. 1652. Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom berkata bahwa Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban menshahihkannya, namun An Nasai lebih cenderung pada pendapat bahwa riwayat tersebut mursal]

Dua hadits di atas menunjukkan bahwa keputusan berpuasa dan berhari raya menjadi wewenang pemerintah, bukan ormas, individu atau partai.

➡2. Ajarkan sesuai Sunnah saja, berniat dalam hati untuk puasa Ramadhan

Yang lebih penting ajarkan ttg Hukum2 berkaitan Shiyam Ramadhan.

Wallahu a’lam.

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📮 Join Channel @RisalahRamadhan di Telegramhttps://goo.gl/elalbc
📮Join Channel @MuliaDenganSunnah
di Telegram : https://goo.gl/X2h0P7
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah_1 di Telegram : https://goo.gl/q61NKi
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah diTelegram : http://goo.gl/I4oFGI
🌐 Website : www.AsySyamil.com

 


📚   KUMPULAN TANYA JAWAB RAMADHAN  ◎❅{  EDISI – 2 }❅◎

📜 Hukum Wanita Shalat Tarawih di Masjid

Pertanyaan ❓

Assalamu’alaikum
Ustadz, ana mau tanya. Lebih baik mana wanita shalat sunat tarawih di mesjid berjamaah atau dirumah sendiri?
Syukron

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله و بركا ته

✍ Pada asalnya, shalat di rumah itu lebih baik dan lebih utama bagi para wanita.

✍ Kalaupun mereka menginginkan untuk shalat berjama’ah di masjid -dan inipun hukum asalanya juga boleh-, maka hal itu disebabkan adanya maslahat hakiki yang ingin diraih, seperti malas kalau shalat di rumah dan malas tadi benar-benar hilang ketika shalat berjama’ah bersama kaum muslimin di masjid, dan juga karena benar-benar ingin mendapatkan siraman rohani, ilmu syar’i, maupun nasehat yang bermanfaat.

✍ Para wanita yang keluar rumah untuk shalat berjama’ah di masjid -tentunya setelah mempertimbangkan adanya maslahat yang hakiki tersebut-, mereka harus bisa menjaga diri, harus memakai hijab yang sesuai dengan syari, tidak bertabarruj, dan menghindari segala sesuatu yang bisa menimbulkan fitnah.

📜 Dengan demikian apabila  pergi ke masjid tidak menimbulkan fitnah (godaan) dan sudah berhijab dengan sempurna, juga di masjid bisa dapat faedah lain selain shalat seperti dapat mendengar nasehat-nasehat dari orang yang berilmu, maka shalat tarawih di masjid diperbolehkan dengan memperhatikan syarat-syarat ketika keluar rumah. Di antara syarat-syarat tersebut adalah:

➡Pertama, menggunakan hijab dengan sempurna ketika keluar rumah
➡Kedua, minta izin kepada suami atau mahrom terlebih dahulu .
➡Ketiga, tidak menggunakan harum-haruman dan perhiasan yang dapat menimbulkan godaan.
➡Keempat, jangan sampai terjadi ikhtilath (campur baur yang terlarang antara pria dan wanita) ketika masuk dan keluar dari masjid.

Demikian penjelasan kami mengenai shalat tarawih bagi wanita. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita sekalian.

Wallahu a’lam.

📜 Menikah di Bulan Ramadhan

Pertanyaan ❓

Ustadz sy mau bertanya:
Apa hukumnya nikah di bulan ramadhan
Jazakallahu khoir

Jawaban ✅

Menikah di bulan Ramadhan boleh – boleh saja, karena tidak terdapat larangan dalam syari’at untuk menikah di bulan Ramadhan sebagaimana hal itu dibolehkan di bulan- bulan yang lain. Bahkan menikah itu dibolehkan di hari apa saja sepanjang tahun.

Namun jika ia khawatir tidak akan mampu menguasai dirinya maklumlah yang namanya pengantin baru, Maka apabila di takutkan batal puasanya karena jimak disiang hari Ramadhan ana nasehatkan sebaiknya ditunda pernikahannya hingga setelah Ramadhan. Dan hendaknya ia menyibukkan dirinya di bulan Ramadhan dengan ibadah dan tilawah Al Qur’an serta shalat malam, demikian pula dengan ibadah-ibadah lainnya.

Wallahu a’lam.

📜 Kedudukan Hadits Keutamaan Shalat Tarawih Setiap Malam

Ijin bertanya Ust……. apakah artikel ini shohih dalilnya?….

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang keutamaan Shalat Tarawih pada Bulan Ramadhan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

➡Malam ke 1 : Siapa yang shalat tarawih pada malam pertama dihapus dosa seorang mu’min seperti ketika ia dilahirkan.
➡Malam ke 2 : Shalat tarawih pada malam kedua diampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya, jika keduanya mu’min.
➡Malam ke 3 : Semua malaikat yang berada di bawah Arsy menyeru, “Perbanyaklah amalmu, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
➡Malam ke 4 : Allah akan memberikat pahala sebagaimana pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur juga Al Qur’an.
➡Malam ke 5 : Allah Ta’ala memberinya pahala seperti pahala Sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsho.
➡Malam ke 6 : Allah Ta’ala memberinya pahala Thawaf di Baitul Makmur dan dimintakan ampun baginya oleh setiap batu, pasir dan benda yang berada disana.
➡Malam ke 7 : Seakan – akan ia hidup pada zaman Nabi Musa AS dan membelanya dari Fir’aun & Hamman.
➡Malam ke 8 : Allah Ta’ala memberinya pahala seperti pahala apa yang diberikan kepada Nabi Ibrohim AS.
➡Malam ke 9 : Seakan – akan ia telah beribadah kepada Allah Ta’ala seperti ibadahnya Nabi Muhammad ﷺ
➡Malam ke 10 : Allah Ta’ala memberinya Rizki dan kebaikan di dunia dan akhirat.
➡Malam ke 11 : Apabila ia meninggal dunia, seperti dilahirkan dari ibunya
➡Malam ke 12 : Ia datang pada hari kiamat dengan wajah berseri – seri seperti bulan purnama.
➡Malam ke 13 : Ia datang pada hari kiamat, selamat dari kejahatan (kejelekan)
➡Malam ke 14 : Malaikat menyaksikan bahwa pada sesungguhnya orang tersebut telah Sholat Tarawih maka pada hari kiamat kelak Allah Ta’ala tidak akan menghisabnya.
➡Malam ke 15 : Malaikat penopang Arsy dan kursi membaca sholawat untuknya.
➡Malam ke 16 : Allah Ta’ala mencatat baginya akan dibebaskan dari dari api neraka dan masuk surga.
➡Malam ke 17 : Diberikannya pahala seperti pahala para Nabi.
➡Malam ke 18 : Ia dipanggil oleh malaikat, “Hai hamba Allah, ketahuilah bahwa Allah meridloimu & kedua orang tuamu”.
➡Malam ke 19 : Allah mengangkat derajatnya hingga derajat orang – orang yang ada di surga firdaus.
➡Malam ke 20 : Dia diberi pahala para syuhada’ & orang – orang sholeh.
➡Malam ke 21 : Allah Ta’ala membuatkan baginya sebuah istana di surga dari cahaya.
➡Malam ke 22 : Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan dan kesusahan.
➡Malam ke 23 : Allah Ta’ala membangun baginya sebuah kota di surga.
➡Malam ke 24 : Dua puluh empat (24) permintaanya dikabulkan Allah Ta’ala.
➡Malam ke 25 : Allah Ta’ala mengangkatnya dari siksa kubur.
➡Malam ke 26 : Allah Ta’ala mengangkat baginya pahala empat puluh tahun (40 th)
➡Malam ke 27 : Ia akan melewati jembatan Shorotul Mustaqim pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.
➡Malam ke 28 : Allah Ta’ala mengangkat baginya seribu (1000) derajat di surga.
➡Malam ke 29 : Allah Ta’ala akan mengkaruniakan kepadanya pahala seribu haji yang mabrur.
➡Malam ke 30 : Allah Ta’ala akan memberi penghormatan kepada orang yang bertarawih pada malam terakhir dengan firman-Nya (yang bermaksud) : “Wahai Hambaku, …! makanlah segala jenis buah – buahan yang engkau inginkan untuk dimakan di dalam surga dan mandilah kamu di dalam sungai yang bernama salsabil serta minumlah air dari telaga yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad ﷺ bernama Al-Kautsar.

Jawaban :

📕 (Hadits ini disebutkan oleh Syaikh al-Khubawi dalam kitab Durrotun Nashihiin, hal. 16 – 17)

Al-Lajnah ad-Da’imah pernah ditanya tentang hadits tersebut, kemudian mereka menjawab,

كلا الحديثين لا أصل له، بل هما من الأحاديث المكذوبة على رسول الله صلى الله عليه وسلم

*“Hadits tersebut adalah hadits yang tidak ada sumbernya (laa ashla lahu). Bahkan, hadits tersebut merupakan kebohongan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”*

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan DR. Lutfi Fathullah, dimana disertasi beliau meneliti kitab Durratun Nashihin. Beliau mengatakan:

Ada sekitar 30 persen hadits palsu dalam kitab Durratun Nashihin. Diantaranya adalah hadits tentang fadhilah atau keutaman shalat tarawih, (yaitu) dari Ali radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallaam ditanya tentang keutamaan shalat tarawih, (lalu beliau bersabda) malam pertama pahalanya sekian, malam kedua sekian, dan sampai malam ketiga puluh.

Hadits tersebut tidak masuk akal. Selain itu, jika seseorang mencari hadits tersebut di kitab-kitab referensi hadits, niscaya tidak akan menemukannya.

Wallahu a’lam.

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📮 Join Channel @RisalahRamadhan di Telegramhttps://goo.gl/elalbc
📮Join Channel @MuliaDenganSunnah
di Telegram : https://goo.gl/X2h0P7
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah_1 di Telegram : https://goo.gl/q61NKi
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah diTelegram : http://goo.gl/I4oFGI
🌐 Website : www.AsySyamil.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here