Kumpulan Tanya Jawab Ramadhan Edisi – 3 & 4

604

📚   KUMPULAN TANYA JAWAB RAMADHAN  ◎❅{  EDISI – 3 }❅◎

📜 Hukum I’tikaf Bagi Wanita

Pertanyaan❓

Assalamu’alaikum Ustadz.
Ada bertanya ke sya..
Adakah bagi i’tikaf seorang perempuan?? Dan bagaimana tata cara i’tikafnya, apakah di rumah atau di masjid.?
Hukum nya sendiri bagaimana??
Mohon penjelasannya..

Jawaban ✅

وعليكم السلام ورحمة الله و بركا ته

Dibolehkan bagi wanita untuk melakukan i’tikaf sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri tercinta beliau untuk beri’tikaf. (HR. Bukhari & Muslim)

Namun wanita boleh beri’tikaf di sini harus memenuhi 2 syarat :

[1] Diizinkan oleh suami dan [2] Tidak menimbulkan fitnah (masalah bagi laki-laki). (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/151-15)

*I’tikaf sunnahnya di Masjid dan Boleh di Masjid Mana saja*

I’tikaf disyari’atkan dilaksanakan di masjid berdasarkan firman Allah Ta’ala,
وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah [2] : 187)

Demikian juga dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga istri-istri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali.
Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) “Sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”.

Adapun hadits marfu’ dari Hudzaifah yang mengatakan,”Tidak ada i’tikaf kecuali pada tiga masjid”, hadits ini masih dipersilisihkan apakah statusnya marfu’ atau mauquf. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/151)

📜 *Doa Iftitah Ketika Tarawih*

Pertanyaan ❓

Mohon penjelasan do’a iftitah pada sholat tarawih??apakah dituntunkan???

Jawaban ✅

Ulama sepakat doa iftitah ketika shalat, hukumnya anjuran, tidak wajib. Baik untuk shalat wajib maupun sunah.

Para ulama berbeda pendapat mengenai posisi doa iftitah untuk shalat sunah yang jumlah salamnya berbilang. Seperti shalat tarawih, shalat dhuha, shalat sunah menunggu imam ketika jumatan, atau shalat rawatib 4 rakaat dengan  2 kali salam.

Apakah dibaca di setiap awal shalat sejumlah takbiratul ihram, ataukah cukup dibaca sekali di awal shalat?

Kami lebih condong kepada pendapat jumhur, yaitu iftitah dilakukan setiap selesai takbiratul ihram

Berdasarkan makna umum dari hadis Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa setiap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam usai takbiratul ihram, beliau diam sejenak. Hal itu membuat diriku bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang anda baca ketika kami tidak mendengar suara anda antara takbiratul ihram dan fatihah?’

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya membaca doa iftitah:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Allahumma baa’id bainii wa baina kha-thaayaa-ya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib… dst.”

Makna tekstual dari hadis ini bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa iftitah di setiap takbiratul ihram. Baik dalam shalat wajib maupun shalat sunah. Termasuk shalat sunah yang jumlah salamnya berbilang, seperti shalat tarawih.

Ini merupakan pendapat mayoritas ulama hambali, Imam Ibnu Baz, Imam Ibnu Utsaimin, termasuk pendapat dalam Fatwa Islam (no. 66558) dan Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah (no. 27747).

*Kesimpulan* :

Shalat sunah yang dikerjakan lebih dari satu salam, seperti shalat tarawih, dhuha, shalat sunah rawatib 4 rakaat dengan 2 kali salam, maka bacaan doa iftitahnya dilakukan setiap kali takbiratul ihram untuk 2 rakaat. Karena masing-masing shalat 2 rakaat, berdiri sendiri.

Namun dibolehkan jika mencukupkan membaca doa iftitah sekali di awal shalat.

Sebenarnya kita bisa membaca doa iftitah yang pendek seperti :

Anda bisa membaca doa iftitah yang lebih pendek ketika tarawih. Diantaranya,

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

“Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih..”(HR. Muslim no. 1356 dari Anas bin Malik )

*Atau*

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ.

Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu, Maha Berkah akan nama-Mu, Maha Tinggi kekayaan dan kebesaranMu, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. (HR. Abu Dawud no. 776, An-Nasa‘i no. 899, dan selain keduanya dari Abu Sa’id Al-Khudri z. Dishahihkan dalam Shahih Abi Dawud)

*Atau*

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

“Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.” (HR. Muslim no. 1357 dan yang selainnya dari Ibnu Umar )

Wallahu a’lam.

📜 Tidurnya Orang Puasa Ibadah ?

Pertanyaan❓

Afwan ustazd mohon info tentang tidur adalah ibadah dibulan puasa…kebanyakan dilingkungan ana itu sangat populer

Jawaban ✅

Jawab :

Pemahaman yang keliru tersebut berasal dari riwayat berikut :

وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, do’anya dikabulkan, dan amalannya pun akan dilipatgandakan pahalanya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di Syu’abul Iman (3/1437).

*Hadits ini dhaif,* sebagaimana dikatakan Al Hafidz Al Iraqi dalam Takhrijul Ihya (1/310). Al Albani juga mendhaifkan hadits ini dalam Silsilah Adh Dha’ifah (4696).

Terdapat juga riwayat yang lain:

الصائم في عبادة و إن كان راقدا على فراشه

“Orang yang berpuasa itu senantiasa dalam ibadah meskipun sedang tidur di atas ranjangnya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Tammam (18/172).

*Hadits ini juga dhaif,* sebagaimana dikatakan oleh Al Albani di Silsilah Adh Dhaifah (653).
Yang benar, tidur adalah perkara mubah (boleh) dan bukan ritual ibadah. Maka, sebagaimana perkara mubah yang lain, tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai sarana penunjang ibadah. Misalnya, seseorang tidur karena khawatir tergoda untuk berbuka sebelum waktunya, atau tidur untuk mengistirahatkan tubuh agar kuat dalam beribadah.
Sebaliknya, tidak setiap tidur orang berpuasa itu bernilai ibadah. Sebagai contoh, tidur karena malas, atau tidur karena kekenyangan setelah sahur. Keduanya, tentu tidak bernilai ibadah, bahkan bisa dinilai sebagai tidur yang tercela. Maka, hendaknya seseorang menjadikan bulan ramadhan sebagai kesempatan baik untuk memperbanyak amal kebaikan, bukan bermalas-malasan.

Wallahu a’lam.

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📮 Join Channel @RisalahRamadhan di Telegramhttps://goo.gl/elalbc
📮Join Channel @MuliaDenganSunnah
di Telegram : https://goo.gl/X2h0P7
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah_1 di Telegram : https://goo.gl/q61NKi
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah diTelegram : http://goo.gl/I4oFGI
🌐 Website : www.AsySyamil.com

 


📚    KUMPULAN TANYA JAWAB RAMADHAN  ◎❅{  EDISI – 4 }❅◎

📜 Hukum Qunut Witir

Pertanyaan ❓

Asalamualaikum ustadz, di tmpat sya stiap 10 hari akhir ramadan dlm solat witir slalu memakai doa qunut, dan makmum mengangkat tangan smbil mengaminkan, apakah sya jg hrs mngikuti makmum yg ln dgn mngangkat tngan dan ikut meng aminkan

Jawaban ✅

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته

Secara umum, para ulama memandang bahwa qunut dalam witir disyariatkan, namun mereka berselisih pendapat tentang hukumnya, apakah wajib atau sunnah. Apakah disunnahkan sepanjang tahun setiap malam ataukah hanya pada bulan Ramadhan saja atau di akhir Ramadhan.

Yang rajih, wallahu a’lam, qunut witir disunnahkan di sepanjang tahun. Inilah pendapat Mazhab Hambali dan pendapat Ibnu Mas’ud, Ibrahim, Ishaq, dan ashhabur ra’yi. Hal ini berdasarkan amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana dalam riwayat Ubai bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُوْتِرُ فَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوْعِ

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwitir lalu melakukan qunut sebelum rukuk.” (HR. Ibnu Majah; dinilai shahih oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil, 2/1)

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau tidak melakukan qunut kecuali di separuh akhir bulan Ramadan, dan beliau melakukannya setalah rukuk. Inilah pendapat sebagian ulama dan juga menjadi pendapat asy-Syafi’i dan Ahmad. (Sunan at-Tirmidzi: 2/329)

Dari sini kita melihat bahwa do’a qunut witir itu boleh dibaca setiap saat (setiap malam diluar Ramadhan), boleh di bulan Ramadhan yaitu diseparuh akhir Ramadhan Setelah tanggal 15.

Maka jika imam berqunut disunnahkan bagi makmum untuk mengangkat tangan dan mengaminkan.

Wallahu a’lam.

📜 Bacaan Qunut Witir

Pertanyaan❓

Afwan ustadz,mhn tambahan penjelasan  bacaan do’a qunut yg di baca itu apa???

Jawaban ✅

*Lafazh Qunut Witir*

Adapun untuk bacaan doa qunut, tampaknya dari nash-nash yang ada tidak ada pembatasan dengan doa tertentu. Namun di antara doa yang terbaik dalam qunut witir adalah doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada al-Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhuma,

عَلَّمَنِيْ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَلِمَاتٍ أَقُوْلُهُنَّ فِي قُنُوتِ الْوِتْرِ:

اللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ ؛ إِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ ، وَ إِنَّهُ لاَ يُذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengarjariku doa yang aku ucapkan pada witir, :

*”Wahai Allah, berilah petunjuk padaku sebagaimana Engkau berikan petunjuk (kepada selainku), berilah keselamatan kepadaku sebagaimana Engkau berikan keselamatan (kepada selainku), jadikanlah aku wali-Mu sebagaimana Engkau jadikan (selainku) sebagai wali, berilah berkah kepadaku pada semua pemberian-Mu, lindungilah aku dari kejelekan takdir-Mu, sesungguhnya Engkau menakdirkan dan tidak ada yang menentukan takdir bagimu, dan orang yang Engkau jadikan wali tidak akan terhinakan dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia. Mahasuci dan Mahatinggi Engkau, wahai Rabb kami.’”* (Hr. Abu Daud; dinilai shahih oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil, 2/172)

Dibolehkan juga pada bulan Ramadhan berdoa dengan doa yang ada dalam atsar Abdurrahman bin Abdul Qari’ berikut ini :

اللَّهُمَّ قَاتِلِ الْكَفَرَةَ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ ، وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ ، وَلاَ يُؤْمِنُوْنَ بِوَعْدِكَ ، وَخاَلِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ ، وَأَلْقِ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرَّعْبَ ، وَأَلْقِ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ ، إِلهُ الْحَقِّ

*Ya Alllah, binasakanlah orang-orang kafir yang menghalangi (orang) dari jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan tidak beriman dengan janji-Mu. Cerai-beraikan persatuan mereka dan timpakanlah rasa takut dihati-hati mereka, serta timpakanlah siksaan dan azab-Mu pada mereka, wahai sesembahan yang haq.’*

اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ ، وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، وَنَرْجُوْ رَحْمَتَكَ رَبَّنَا ، وَنَخَافُ عَذَابَكَ الْجِدِّ ، إِنَّ عَذَابَكَ لِمَنْ عَادَيْتَ مُلْحَقٌ

*Ya Allah, kami menyembah hanya kepada-Mu, berusaha dan beramal hanya untuk-Mu, dan memohon rahmat-Mu, wahai Rabb kami. Kami pun takut kepada azab-Mu yang pedih. Sesungguhnya azab-Mu ditimpakan kepada orang yang Engkau musuhi.’ Kemudian ia bertakbir dan turun untuk sujud.’”* (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya: 2/155–156; dikatakan pen-tahqiq-nya, “Isnad-nya shahih.”)

*Kemudian memohon ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat serta bersalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.*

Wallahu a’lam.

📜 Berbuka dengan Kurma Dalam Jumlah Ganjil

Pertanyaan ❓

Assalamualaikum.ust ana mau nanya apakah ada dalil yg menunjukkan “sunnahnya berbuka puasa (dengan kurma) dengan jumlah yg ganjil”?

Jawaban ✅

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallaahu’anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa dengan kurma muda sebelum sholat Maghrib, jika tidak ada kurma muda maka dengan kurma matang, jika tidak ada maka beliau meminum beberapa teguk air.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, Ash-Shahihah: 2650]

➡ Tidak disunnahkan memakan kurma dalam jumlah ganjil, karena tidak ada dalil shahih yang menujukkannya, yang ada dalil shahih hanyalah ketika memakan kurma sebelum keluar untuk sholat Idul Fitri, maka disunnahkan dalam jumlah ganjil, dan minimal 3 butir kurma.

➡ Hadits yang mulia ini juga menunjukkan bahwa jika tidak ada kurma hendaklah air sebagai gantinya, bukan kue yang manis-manis atau buah-buahan lainnya.

Wallahu a’lam.

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📮 Join Channel @RisalahRamadhan di Telegramhttps://goo.gl/elalbc
📮Join Channel @MuliaDenganSunnah
di Telegram : https://goo.gl/X2h0P7
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah_1 di Telegram : https://goo.gl/q61NKi
📮Channel @MutiaraNasehatMuslimah diTelegram : http://goo.gl/I4oFGI
🌐 Website : www.AsySyamil.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here