FiqhIbadahTrending

RINGKASAN AMALAN-AMALAN SYAR’I DI HARI JUM’AT

🕌⏳ RINGKASAN AMALAN-AMALAN SYAR’I DI HARI JUM’AT 🌅 📜

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

➡1. Mandi jum’at (seperti mandi janabat), sebagaimana pendapat kebanyakan para ulama (bahkan sebagian ulama berpendapat mandi jum’at adalah wajib bagi yang hendak menghadiri shalat jum’at). Waktu mandi Jumat dimulai sejak terbit fajar.
➡2. Bersiwak
➡3. Memakai pakaian yang terbaik dan terindah, berdasarkan kesepakatan para Ulama (sebagaimana perkataan Ibnu Quddamah rahimahullah)
➡4. Mengenakan parfum (minyak wangi).
➡5. Anjuran untuk membaca surat khusus ketika shalat subuh di hari Jumat
Surat As-Sajdah di rakaat pertama dan surat Al-Insan di rekaat kedua.
➡6. Menyegerakan pergi ke masjid untuk menghadiri shalat jum’at, kalau bisa datang sedini mungkin, semakin cepat semakin baik.
➡7. Menuju masjid dengan berjalan kaki, bukan dengan menaiki kendaraan, berdasarkan kesepakatan Ulama (sebagaimana dikatakan oleh Imam An-Nawawi).
➡8. Berjalan menuju masjid dengan penuh ketenangan.
➡9. Shalat jum’at di masjid yang terdekat dengan tempat tinggal anda.
➡10. Sholat tahiyyatul masjid (meski khatib sedang khutbah).
➡11. Mendekat kepada khatib, tidak memisahkan antara dua orang dan tidak melangkahi pundak-pundak manusia.
➡12. Melakukan shalat tathawwu’ (shalat sunnah mutlak) hingga khatib naik ke mimbar.
➡13. Diam, mendengar khutbah dan tidak berbuat yang sia-sia seperti memainkan kerikil, jari-jari, HP, jenggot dan lain-lain Karena bila khatib berkhutbah anda juga berbicara atau bahkan bermain dengan sesuatu semisal kerikil , HP atau lainnya, maka pahala shalat jum’at anda sia-sia.
➡14. Mengarahkan wajah kearah khatib ketika ia berkhutbah, berdasarkan Ijma’ para Ulama. (sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Quddamah rahimahullah).
➡15. Apabila sang khatib bershalawat atas Nabi sallalahu alaihi wasallam, maka hendaklah orang yang mendengarkan juga membaca shalawat tanpa mengangkat suara.[Al-Lajnah Ad-Da’imah : 8/217].
➡16. Ketika khutbah sedang berlangsung, maka tidak dibolehkan menjawab orang yang bersin, demikian pula membalas salam, menurut pendapat yang lebih kuat dikalangan ulama.[Al-Lajnah Ad-Da’imah : 8/242].
➡17. Barangsiapa yang kehilangan 1 raka’at dari sholat jum’at, hendaklah melengkapi kekurangan 1 raka’at, dan dia dianggap mendapatkan sholat jum’at,  sebagaimana diterangkan didalam hadits yang shohih.[Al-Lajnah Ad-Da’imah : 8/225].
➡18. Melaksanakan Sholat Jum’at (wajib bagi laki-laki).
➡19. Boleh menegakkan sholat jum’at, meskipun jumlah orang yang menghadirinya kurang dari 40 orang, berdasarkan keumuman firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-Jum’ah ayat 9.[Al-Lajnah Ad-Da’imah :8/215].
➡20. Shalat sunnah rawatib setelah shalat jum’at 2 rakaat atau 4 rekaat (dengan dua kali salam).
➡21. Membaca surat Al-Kahfi di malam dan hari Jum’at hingga selesai.
➡22. Memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di malam dan hari Jum’at
➡23. Memperbanyak doa, karena pada hari jum’at terdapat satu waktu yang
mustajab, terutama saat khatib naik mimbar sampai sholat dan setelah sholat Ashar sampai maghrib.

Oleh karena itu hendaknya berdoa dengan segala bentuk doa yang diinginkan baik untuk kebaikan dunia maupun akhirat, baik untuk diri kita sendiri maupun utk seluruh muslimin.

➡24. Mengurangi aktifitas termasuk kajian atau ceramah agar bisa menghadiri shalat jum’at dengan khidmat.
➡25. Memberikan wewangian pada masjid dengan bukhur atau sejenisnya, sebagaimana pendapat Jumhur Ulama.
➡26. Bersedekah pada hari ini memiliki keistimewaan dibandingkan hari-hari lainnya (sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya ‘Zadul Ma’ad’).
➡27. Memotong Kuku.

Catatan :
Memotong kuku disunnahkan kapan saja waktunya, dan tidak terikat dengan waktu-waktu tertentu, seperti hari Jum’at atau Kamis. Karena dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan tersebut dha’if (lemah).

⛔🌅 KESALAHAN-KESALAHAN PADA HARI JUM’AT 🌅⛔

↪1. Mengkhususkan malam Jum’at untuk sholat malam.

↪2. Tidak mandi jum’at ketika hendak menuju shalat jum’at.

↪3. Berjual beli setelah adzan.

↪4. Melangkahi tengkuk/ leher dan bahu-bahu jamaah jum’at.

↪5. Sholat setelah adzan ketika khathib masuk, yang dikenal dengan nama (sholat) sunnah (qabliyah) Jum’at.

Tidak ada shalat sunah qabliyah Jumat. Apalagi jika shalat ini dilaksanakan setelah azan. Adapun shalat sunah yang dikerjakan ketika makmum masuk masjid di hari Jumat sambil menunggu imam, maka itu adalah shalat sunah mutlak, sehingga shalat ini bisa dikerjakan tanpa batasan jumlah rakaat.

↪6. Menunggu mu’adzin hingga selesai dari adzannya di hari jum’at, kemudian baru shalat tahiyatul masjid (padahal yang benar adalah mengutamakan shalat tahiyatul masjid dari pada mendengar adzan agar segera mendengar khutbah setelahnya, karena mendengar khutbah hukumnya wajib, sedangkan mendengar adzan hukumnya sunnah, maka dahulukan yg wajib dari pada yg sunnah.

↪7. Datang saat khutbah dan langsung duduk, yang benar tetap dianjurkan melaksanakan dua rekaat ringan ‘tahiyatul masjid’.

↪8. Lalai dari mendengarkan khutbah Jum’at atau berbicara ketika imam berkhutbah.

↪9. Memperpanjang khutbah dan mempersingkat sholat.

↪10.Anggapan wajibnya jumlah minimal 40 orang dalam shalat Jum’at.

↪11.Menyentuh (baca: bermain dengan) kerikil atau melakukan perbuatan sia-sia (baca: bermain-main) dengan menggunakan tasbih (arab: misbahah) dan semisalnya, saat khutbah dimulai.

Ini adalah hal yang terlarang dan telah berbuat hal yang sia-sia, termasuk dalam hal ini memainkan kerikil, jari-jari, HP, jenggot dan lain-lain Karena bila khatib berkhutbah anda juga berbicara atau bahkan bermain dengan sesuatu semisal kerikil , mengedarkan kotak infak dan yang semacamnya maka pahala shalat jum’at anda terancam sia-sia.

↪12.Jama’ah mengangkat tangan saat mengaminkan do’a khatib.

Tidak ada tuntutannya berdoa sambil mengangkat tangan diantara dua khutbah maupun di akhir khutbah tidak perlu mengangkat tangan. Cukup mengaminkan saja dengan khusyu, merendahkan diri dan dengan suara lirih. Tidak mengangkat tangan kecuali pada doa istisqa’.

↪13.Menyambung shalat jumat dengan shalat lain setelahnya tanpa memisah antara keduanya dengan ucapan atau dzikir.

↪14.Mengkhususkan hari Jum’at untuk berpuasa.

↪15.Mengerjakan shalat Zhuhur berjama’ah di masjid setelah shalat Jum’at.

↪16.Khatib memimpin dzikir dan do’a bersama selesai shalat Jum’at.

↪17. Membaca dzikir yang tidak ada tuntunannya setelah shalat Jum’at seperti : membaca Al-Fatihah 7X, Al-Ikhlas 7X, Al-Falaq 7X, An-Nas 7X (datang dari hadits Dha’if).

↪18.Perempuan shalat Zhuhur pada hari Jum’at menunggu orang pulang shalat Jum’at.

🔐 Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa di atas sunnah Nabi-Nya dan selalu istiqomah di atas jalan-Nya. aamiin.

____
Penyusun :
✏__Abu Syamil Humaidy حفظه الله تعالى

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button